3 Perbedaan Tabungan Dan Deposito Berjangka

Deposito dan tabungan adalah dua jenis produk perbankan yang seringkali menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan uang mereka. Tapi, apakah Anda tahu perbedaan deposito dan tabungan bank biasa? Sebelum Anda memutuskan untuk menyimpan uang Anda di bank, Anda harus memastikan terlebih dahulu jenis tabungan seperti apa yang sedang Anda butuhkan. Jika Anda pernah ditawari untuk membuka tabungan berjangka atau tabungan berencana, itu berarti dua jenis tabungan tersebut masuk ke dalam kategori produk simpanan bank.

Sedangkan deposito bunga tinggi (bisa dilihat di https://bprintidana.co.id/deposito/) merupakan jenis simpanan bank yang masuk ke dalam kategori produk investasi. Umumnya, jenis tabungan dan juga deposito yang biasanya ditawarkan oleh bank pada nasabahnya ialah jenis konvesional serta syariah. Perbedaan diantara keduanya ialah ada pada pemberian manfaat bagi nasabah penggunanya. Untuk rekening tabungan konvensional sendiri berupa titipan, yang berarti Anda menitipkan sejumlah uang di bank, dan nanti bank pun akan memberikan bonus yang berupa bunga bank pada Anda. Sedangkan, deposito di bank syariah berupa mudharabah atau bagi hasil. Itu berarti, pemilik dana yang menaruh uangnya di bank dengan tujuan untuk disalurkan oleh bank kepada pembiayaan (kredit), yang kemudian keuntungan bank yang didapat dari penyaluran tersebut akan dibagi dengan Anda sebagai pemilik dana dengan berdasarkan proporsi tertentu. Dan produk syariah ini menjamin para nasabahnya terhindar dari riba. Jika Anda masih kesulitan untuk memahami perbedaan deposito dan tabungan, berikut ini beberapa hal yang membedakan deposito dengan tabungan:

1. Suku Bunga
Suku bunga merupakan pembeda yang sangat jelas antara deposito dan tabungan. Keuntungan yang diperoleh dari memasukkan uang Anda ke deposito ialah Anda akan memperoleh bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan menempatkan uang Anda di rekening tabungan. Dan pada tahun 2020, suku bunga deposito ditetapkan berkisar diantara 3% – 5% per tahun, sedangkan untuk suku bunga tabungan biasa hanya berkisar 0.0% – 1% per tahunnya. Tidak beda jauh, produk simpanan lainnya seperti tabungan berjangka pun menawarkan suku bunga yang tidak lebih dari suku bunga deposito.

2. Fleksibilitas Pengambilan Uang
Anda pasti sudah tahu jika Anda bisa mengambil uang dari rekening tabungan Anda kapan saja. Dan hal ini juga menjadi salah satu pembeda yang jelas diantara keduanya. Sehingga, jika Anda menyimpan uang Anda dalam deposito, maka Anda tidak bisa sembarangan mengambil maupun membelanjakan uang tersebut sebelum jatuh tempo pengambilan. Itu berarti, uang nasabah yang ada di deposito tidak dapat dicairkan sebebasnya, karena deposito memiliki jangka waktu (tenor) tertentu yang perlu dilewati sampai tanggal jatuh tempo, setelah itu uang yang tersimpan di deposito baru bisa diambil atau dipakai. Tenor deposito bisa ditentukan sendiri oleh nasabah, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan atau 1 tahun. Dan jika suatu saat Anda mengambil uang Anda sebelum tanggal jatuh tempo, maka nantinya akan ada biaya pinalti yang harus Ana bayar.

3. Deposito untuk Investasi, Tabungan untuk Menabung
Perbedaan yang harus Anda ingat diantara keduanya ialah bahwa bunga deposito yang lebih tinggi tersebut digunakan sebagai alat investasi. Sedangkan tabungan yang buku yang lebih kecil, digunakan sebagai alat menabung. Bisa dibilang, deposito sebagai salah satu produk investasi ialah produk investasi yang paling kecil resikonya, tapi keuntungannya, dari sisi suku bunganya pun paling kecil jika dibandingkan dengan produk investasi yang lainnya seperti saham, reksadana, maupun obligasi. Biasanya, masyarakat memilihj untuk memakai deposito sebagai produk investasi dengan tujuan untuk menyimpan dana darurat atau dana pendidikan karena deposito mempunyai risiko investasi yang sangat rendah serta sangat mudah dipahami jika dibanding dengan produk investasi lainnya. Sehingga, produk simpanan yang berupa tabungan biasa tidak termasuk bentuk investasi. Hal tersebut karena tabungan hanyalah tempat untuk menaruh atau menyimpan uang untuk keperluan hidup sehari-hari, atau juga untuk simpanan dana darurat yang bisa diambil sewaktu-waktu. Pengambilan dananya yang bisa dibilang fleksibel, bunganya yang kecil, serta adanya biaya administrasi bulanan membuat tabungan tidak bisa dikategorikan ke dalam produk investasi. Dan walau pun deposito juga memiliki biaya administrasi, tapi jika dibandingkan dengan keseluruhan ciri-cirinya, deposito jauh lebih menguntungkan daripada tabungan biasa karena bunganya yang lebih tinggi.