Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa dan Hukum Menggosok Gigi Ketika Sedang Berpuasa

Gosok Gigi saat Siang Hari Bisa Batalin Puasa Gak Sih?

Saat ini kita sedang menjalankan ibadah puas. Puasa adalah menahan hawa nafsu, dan tidak makan serta minum mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya. Namun, ibadah puasa ini tidaklah mudah banyak sekali godaannya yang justru bisa membatalkan puasa.

Maka dari itu, dalam tulisan kali ini akan coba membahas tentang hal-hal yang membatalkan puasa dan hukum menggosok gigi ketika sedang berpuasa.

Hal – Hal Yang Membatalkan Puasa

  1. Makan dan Minum Dengan Sengaja

Ulama sepakat bahwa makan dan minum dengan sengaja merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang bisa membatalkan puasa. Makan dan minum disini maksudnya adalah memasukkan sesuatu ke dalam mulut, baik yang memberikan manfaat atau tidak.

Namun, jika melakukannya dengan tanpa disengaja atau lupa, maka tidak menyebabkan batal puasanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari 4/135 dan Muslim 1155).

 

  1. Muntah Dengan Sengaja

Hal lainnya yang dapat membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja. Namun jika tidak sengaja maka tidak batal puasanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang muntah menguasainya (muntah tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qadha’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha.”

 

Hukum Gosok Gigi Saat Berpuasa

Lantas bagaimana hukum sikat gigi saat puasa?

Menggosok gigi atau bersiwak sangat dianjurkan oleh Rasulullah sebelum melaksanakan sholat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

Artinya: “Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari).

Di hadits lainnya yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,”Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridho Allah.”

Dari kedua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa menggosok gigi boleh dilakukan dalam berbagai keadaan, seperti sebelum melaksanakan sholat dan berpuasa.

Dalam Shahih Bukhari djelaskan bolehnya bersiwak dengan siwak basah kering bagi orang yang sedang berpuasa. Lalu beliau membawakan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,”Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap wudhu.”

Imam Bukhari juga mengatakan, “Nabi Muhammad tidak mengecualikan untuk orang yang puasa.”

Sedangkan menurut Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu menjelaskan,”Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal.

Dari beberapa pendapat diatas, bisa disimpulkan bahwa menggosok gigi atau bersiwak ketika sedang berpuasa diperbolehkan. Namun, kita harus hati-hati jangan sampai air atau bulu kayu siwak tertelan yang bisa menyebabkan puasanya batal.

Hukum menggunakan pasta gigi saat bepuasa

Seperti yang diketahui ketika menggosok gigi menggunakan pasta gigi, ada bahan-bahan yang dapat dirasakan oleh lidah. Lantas, bagaimana hukumnya menggunakan pasta gigi ketika sedang berpuasa?

Menurut fatwa Syaikh Bin Baz, “Boleh menggosok gigi menggunakan pasta gigi, akan tetapi hendaknya berhati-hati agar tidak masuk ke kerongkongannya sedikitpun dan bersungguh-sungguh mengeluarkan apa yang ada di mulutnya (kumur-kumur dan keluarkan) sehingga tidak tertelan sedikitpun.”

Begitupun menurut dewan fatwa Al Lajmah Ad Daimah, menjelaskan bahwa,”Tidak mengapa (mubah) menggunakan pasta gigi bersawa siwak karena bukan termasuk (perbuatan) makan dan minum, akan tetapi hendaknya tidak berlebihan dalam menggunakannya karena dikhawatirkan ada sedikit yang masuk ke kerongkongannya.”