Perlindungan Benih dan Kesulitannya

Perlindungan benih – benih akan mengalami penurunan mutu seiring dengan berjalannya waktu penyimpanan benih. Kualitas benih mudah mengalami penurunan karena karakteristik dari benih yang merupakan bahan segar yang mudah mengalami kerusakan akibat mikroorganisme merugikan dan juga hama.

Penurunan mutu benih telah menjadi permasalahan utama di industri pertanian yang mengakibatkan kerugian yang lumayan bagi pihak petani. Saat ini telah ada teknologi perawatan benih yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada benih saat disimpan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perlindungan benih dan kesulitannya.

Pro dan kontra

Perlindungan benih dapat dilakukan dengan menggunakan perawatan benih atau dikenal dengan istilah seed treatments. Penggunaan perawatan benih untuk melindungi benih yang disimpan, saat ini telah populer dan sering digunakan oleh banyak petani saat melakukan penyimpanan benih.

Perawatan benih telah terbukti merupakan metode yang ampuh dalam mengatasi serangan serangga dan penyakit pada awal musim pertumbuhan. Salah satu keuntungan perawatan benih yaitu kecanggihannya dalam pembatasan penggunaan bahan kimia, sehingga dapat membantu petani yang ingin mengurangi penggunaan bahan kimia berlebih terhadap tanaman mereka.

Benih yang kuat akan menghasilkan hasil panen yang semakin besar pula, sehingga dapat menghemat biaya kerugian akibat gagal panen. Selain itu, perawatan benih juga memperbaiki karakteristik tanaman, penanganan, dan flowability benih.

Penggunaan perawatan benih dapat memperbaiki kualitas dan hasil panen serta meningkatkan ROI secara lebih pasti.

Namun, perawatan benih tidak menawarkan solusi final untuk permasalahan di pertanian. MIsalnya, perawatan benih bisa menjadi tidak efektif atau tertarget untuk permasalahan yang ada dan berakibat pada kerugian biaya dan waktu.

Secara alternatif, perawatan benih dapat menjadi efektif namun memerlukan sejumlah biaya yang cukup banyak dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.

Tipe perawatan benih

Perawatan benih untuk memberikan perlindungan kepada benih dapat dilakukan melalui beberapa tipe perawatan benih yang berbeda. Perawatan benih dapat dilakukan secara tunggal maupun dalam bentuk kombinasi untuk mencegah pertambahan jumlah hama, penyakit, dan defisiensi nutrisi dan mempertahankan pertumbuhan tanaman.

Perawatan benih biasanya menggunakan fungisida, insektisida, inokulan, regulator pertumbuhan tanaman, fertilizer, dan penambah fertilizer.

Fungisida dan insektisida

Metode perawatan benih ini akan memberikan perlindungan benih dan pertumbuhan benih dari penyakit dan untuk mengatasi hama yang dapat menyerang pada awal musim penyemaian.

Inokulan mikroba

Inokulan mikroba memberikan perlindungan benih dengan cara memperbaiki kemampuan pengikatan nitrogen di dalam tumbuhan polong-polongan atau menstimulasi pertumbuhan tanaman maupun biodiversitas tanah.

Regulator pertumbuhan tanaman

Pendekatan ini membantu perlindungan benih dalam pendirian benih yang kokoh. Perawatan ini memperbaiki abilitas tanaman untuk mentoleransi stres pada tahap kritis awal.

Fertilizer

Tipe perlindungan benih yang selanjutnya digunakan untuk membentuk performa fertilizer atau suplai mikronutrien ke tanah yang akan membantu pertumbuhan tanaman.

Kesulitan

Perlindungan benih dengan cara perawatan benih memudahkan petani dalam menjaga kualitas benih yang disimpannya, namun ada beberapa kesulitan yang umumnya dihadapi ketika melakukan perawatan benih.

Perawatan benih menggunakan formulasi yang telah dirancang dengan proporsi tertentu, sehingga kesalahan dalam pembuatan formulasi dapat mengakibatkan risiko terhadap perawatan benih yang diberikan.

Jika Anda memilih untuk menggunakan perawatan sendiri maka pastikan Anda mencampurkan benih dan perawatan secara teliti di dalam kotak penanaman.

Kesulitan yang paling sering dihadapi oleh para petani yang melakukan perawatan benih yaitu mengoperasikan peralatan atau teknologi yang digunakan untuk perawatan benih. Perawatan benih seringkali menggunakan banyak peralatan atau teknologi untuk memaksimalkan perlakuan perawatan agar merata pada seluruh biji yang diberi perlindungan.

Tantangan yang dihadapi ketika melakukan perawatan benih selanjutnya yaitu kondisi lingkungan yang tidak diperhatikan. Ketika melakukan perawatan benih, faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan benih seperti suhu, kelembaban, dan kedalaman pertumbuhan perlu diberi perhatian khusus.