Siapkah IKN Nusantara Menjadi Ibukota Indonesia?  

Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah memutuskan memindahkan ibukota negara Indonesia dari Jakarta ke Nusantara. IKN adalah ibukota negara. Istilah IKN Nusantara ini sering sekali digunakan untuk memberikan nama pada ibukota baru Indonesia.

Tentu saja keputusan pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibukota menjadi pro dan kontra. Pemerintah Indonesia menganggap Jakarta sudah terlalu sesak untuk menjadi pusat pemerintahan dan pusat perekonomian di Indonesia.

Faktor inilah yang menyebabkan munculnya ketimpangan antara Jakarta dan kota-kota lainnya di berita Indonesia. Kepadatan penduduk juga menjadi faktor penunjang dari keputusan pemindahan ibukota negara ini.

Di tahun 2020, Presiden Joko Widodo telah memutuskan dan mengumumkan bahwa Kalimantan akan menjadi Ibu Kota Negara menggantikan Jakarta. Persiapan dan perhitungan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah matang sekali. Design dan layout Gedung pemerintah baru pun telah diketahui oleh masyarakat. Tetapi apakah sektor lain siap dengan rencana pemindahan ini?.

Sektor-Sektor Pemerintahan siap mendukung IKN Nusantara menjadi ibu kota baru

Sebelum tahun 2020, Bappenas telah menyiapkan beberapa skenarion untuk pemindahan ibu kota. Bappenas hanya tinggal menunggu instruksi dari kepala pemerintahan, yaitu Presiden Republik Indonesia, untuk menjalankan proyek ibu kota baru ini. Menteri Bappenas, Bambang P.S Brodjonegoro, menyatakan telah siap dengan rencana pemindahan ibu kota baru ini.

Memindahkan ibu kota bukan hanya memindahkan Gedung-gedung besar yang ada di Jakarta ke Kalimantan. Tetapi sektor-sektor lain pun harus diperhitungkan kesiapannya secara matang.

Yang menjadi sorotan adalah sektor pertahan dan keamanan. Kepala Badan Intellijen (BIN) Indonesia, Jendral Pol (Purn) Budi Gunawan, menyatakan siap mendukung keputusan pemerintah saat ini.

Kesiapan elemen pemerintah dalam bidang hankam khususnya TNI harus benar-benar matang. Isu-isu hamkam bukan semata-mata isu hankam yang bersifat konvensional dan tradisional, tetapi perpindahan ibu kota negara yang baru akan memunculkan isu hankam itu sendiri baik secara internal maupun eksternal.

Kepala BIN Indonesia menyatakan bahwa dengan pemisahan ibu kota dengan kota lainnya akan meminimalisir ancaman negara. Selanjutnya Jendral Pol Budi Gunawan juga menambahkan bahwa dengan perpindahan baru akan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi baru.

Pemerintah Kutai Negara yang ditunjuk sebagai ibu kota baru telah menyatakan bahwa mereka menyambut baik dan menyatakan kesiapan atas ibu kota baru Indonesia ini. Pemerintah daerah setempat berharap dengan adanya pemindahan ibu kota ini mampu membangkitkan ekonomi daerah dan membangun sistem transportasi yang baik antar pulau di Indonesia.

Melihat dari progress yang ada saat ini, rencana pemindahan ibu kota negara ini sudah berjalan dengan baik.walaupun menimbulkan pro dan kontra, rencana ini masih dianggap menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di ibu kota Jakarta saat ini.

Jakarta dan New York

Pemerintah pusat berharap dengan adanya pemindahan ibu kota negara ini, Jakarta akan berkembang seperti New York yang merupakan pusat bisnis di Amerika. Amerika sendiri mempunyai pusat pemerintahan di Washington dan pusat bisnis di New York.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa pemindahan ibu kota negara tidak akan mengurangi pertumbuhan dan perkembangan Jakarta. Jakarta akan tetap melaksanakan pembangunan dan siap menjadi pusat bisnis di Indonesia.